ajiaja

catatan ringan si aji

Memahami Format Audio dan Video

Bermain audio-video, mau tidak mau Anda akan berhubungan dengan codec dan format file yang beraneka ragam.

Format file adalah cara untuk memberi kode informasi untuk penyimpanan file komputer. Sedangkan codec adalah seperangkat software yang mengompress dan men-dekompres data di file media bila file tersebut ingin dibuka kembali.

Mengompress atau mengecilkan ukuran file media agar menghemat ruang penyimpanan. Kompresi dapat lossy atau lossless. Lossless compression berarti lebih banyak data tersimpan. Dalam hal film, itu akan menyimpan frame secara berurutan.

Jika ingin menghemat ruang simpan, kita hanya menyimpan frame pertama dalam urutan dan variasi antar frame sesudahnya. Selanjutnya lossy software punya cara untuk menghemat space. Hal itu akan menghapus detil dalam file. Awalnya ia akan menghapus detil-detil yang mungkin tak mencolok di telinga dan mata. Saat dikompres lagi, detil-detil yang hilang bakal semakin terasa. Pembuat file (encoder) harus bisa menyeimbangkan antara kualitas gambar atau suara dan ukuran file.

Format Audio

1. AAC

AAC (Advanced Audio Coding) adalah sistem lossy compression untuk file audio, dan dikembangkan oleh Motion Picture Experts Group (Fraunhofer Institute, Dolby, Sony, Nokia dan AT&T) untuk menggantikan MP3. Ini perluasan dari MPEG-2 standar dan mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan MP3 yaitu kompresi yang lebih efisien dengan kualitas audio yang lebih baik dan mendukung audio multi kanal.

2. AIFF dan AIFC

AIFF (Audio Intechange File Format) merupakan format file yang tidak dikompres yang dikembangkan oleh Apple pada Macintosh dan platform Unix. Sementara ukuran file di AIFC (Audio Interchange File Compressed) dapat diperas dengan menggunakan pengompres yang didukung Quicktime.

3. MP3

MP3 (MPEG-1 atau MPEC-2 Audio Layer 3) adalah format audio paling populer. Menggunakan algoritma audio lossy compression untuk mengurangi ukuran file, sambil memproduksi kembali lagu aslinya. MP3 dikembangkan di German Fraunhofer Institute dan berbasis format MPEG. MP3 mengalami kejayaan di tahun 1995, ketika semakin banyak file MP3 tersedia di Internet. Popularitasnya kian didongkrak oleh kualitas format file-nya, software pemutar seperti WinAmp, dan fasilitas file-sharing seperti Napster. Selain itu, MP3 juga sangat cocok untuk streaming.

Kompresi pada MP3 dapat dilakukan dengan bit-rate yang beragam. Standar yang baik untuk kualitas audio dan ukuran file adalah 128 kbps (kilo bit per second). Untuk mendapatkan suara yang mendekati kualitas CD, diperlukan bit-rate 192 kbps. Kualitas CD dan MP3 bakal sulit dibedakan pada bit-rate segini.

Pada tahun 2001, MP3Pro generasi berikutnya dari MP3 diperkenalkan, dan menwarkan kualitas suara dan kompresi yang sudah ditingkatkan. Karena tidak ada decoder MP3pro yang gratisan, format ini belum bisa menggantikan standar MP3.

4. OGG dan OGG Vorbis

OGG adalah format multimedia gratisan yang dirancang untuk streaming dan penyimpanan yang efisien. Format tersebut dikembangkan oleh Xiph.org Foundation. Begitu pula Vorbis yang merupakan codec audio gratisan. Vorbis bisanya dipasangkan dengan OGG sehingga muncullah sebutan OGG Vorbis.

Pemunculan Vorbis merupakan respon atas rencana Fraunhofer Gesellschaft pada tahun 1998, yang hendak mengenakan biaya lisensi untuk format MP3. Versi pertama (1.0) dari codec Vorbis dikeluarkan pada pertengahan 2002.

OGG Vorbis sangat popular di komunitas open source. Karena kualitas suara dan sifatnya yang gratisan, OGG Vorbis diperkirakan dapat mengungguli MP3. Namun ternyata MP3 tetap menjadi format audio utama dan standar peranti pemutar musik. Hanya ada sedikit perangkat yang menggunakan OGG Vorbis. Misalnya player iRiver. Yang membuat OGG Vorbis popular adalah industri video game, yang lebih memilih codec gratisan ini ketimbang MP3. Anehnya, kendati OGG Vorbis bebas lisensi, hanya sedikit software yang mendukung codec/format ini. Yang paling popular tetap WinAmp.

Untuk membuat file audio OGG Vorbis Anda dapat menggunakan audio editor seperti Audacity, Cool Edit (dapatkan filter OGG Vorbis gratisan), Goodwave, Total Video Converter, Xilisoft Video Converter, Soundforge dll.

5. Real Audio

Real Audio adalah codec audio yang dikembangkan oleh Real Networks yang mana versi pertamanya diluncurkan tahun 1995 dan versi terbarunya adalah Real Audio ??. Codec tersebut pada awalnya dibuat untuk transmisi bandwidth rendah. Dapat pula digunakan untuk streaming informasi audio dan dapat dimainkan saat file audio tersebut masih diunduh. Real Audio banyak digunakan stasiun radio untuk streaming program-program mereka via internet secara real time.

Real Networks menyediakan player software gratisan dan berbayar yang bernama Real Player. Versi gratisannya tidak dapat menyimpan audio stream sebagai file.

6. WAV

WAV (singkatan dari WAVE-form) adalah standar audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV adalah format utama untuk menyimpan data audio mentah pada sistem Windows, dan menggunakan metode yang sama dengan AIFF Apple untuk menyimpan data.

WAV biasanya menggunakan teknik pulse-code modulation (PCM) yang tidak dikompres. Dengan cara ini, detil suara/audio tidak hilang ketika audio analog didigitalkan dan disimpan. Ini membuat format WAV (menggunakan PCM) menjadi pilihan untuk mengedit audio high-fidelity (HI-FI).

Akan tetapi, untuk keperluan mengoleksi musik, mentransfernya via internet dan dimainkan di player musik portabel, format-format seperti MP3, OGG Vorbis dan WMA jauh lebih popular.

File WAV mendukung data audio yang dikompres menggunakan lossless codec, seperti Apple Lossless. FLAC atau TTA. Tapi ini juga tidak begitu popular.

7. WMA

WMA (Windows Media Audio) adalah codec untuk lossy compression yang dikembangkan pertama kali sebagai pesaing MP3. Sementara ini Microsoft memosisikan WMA bersaing dengan format AAC yang digunakan pada produk Apple seperti iPod dan Itunes Music Store. Seperti AAC, WMA menggunakan sistem Digital Rights Management (DRM) untuk membatasi pemutaran pada PC atau peranti tertentu.

WMA audio stream hampir selalu dengan file ASF. Jika hanya membawa data audio, biasanya file mempunyai ekstensi .WMA. Ada pula versi lossless untuk multi-channel surround sound dan untuk voice encoding (WMA Voice).

File WMA dapat dimainkan di Windows menggunakan Windows Media Player dan software pemutar lainnya, begitu hardware music player. File tersebut berisi metadata yang sama dengan ID3 tags yang digunakan pada MP3.

Format Video

1. 3ivx

3ivx bukan format file, tetapi sebuah codec (seperti DivX, WMV dan XviD) yang dikembangkan oleh 3ivx Technologies. Teknologi intinya dioptimasi untuk arsitektur prosesor yang beraneka ragam, termasuk platform yang menyertainya.

3ivx memungkinkan untuk pembuatan stream data MPEG-4, audio dan video MPEG-4 dan MP4. Dapat juga digunakan untuk membuat stream AAC.

Dengan menggunakan 3ivx, Anda dapat menyimpan lebih dari dua jam film sekualitas DVD ke dalam CD tunggal atau men-stream video sekualitas DVD melalui modem kabel atau modem DSL.

Untuk membuka file 3ivx dibutuhkan plug-in untuk Quicktime untuk Video for Windows, dan untuk DirectShow atau 3ivx Decoder. Software ini tersedia untuk Windows, Linux/Unix, Mac OS, BeOS dan Amiga.

2. ASF

ASF (Advanced Streaming Format atau Advanced Systems Format) merupakan format yang dikembangkan oleh Microsoft. Format ini digunakan untuk audio dan video digital, didesain untuk streaming dan membentuk bagian dari framework Windows Media. ASF dapat menggunakan beraneka macam codec. Namun dalam praktiknya, yang digunakan adalah codec WMV atau WMA dari Microsoft.

3. AVI

AVI (Audio Video Interleaved) diperkenalkan tahun 1992 oleh Microsoft sebagai bagian dari teknologi Video for Windows miliknya. File AVI menyimpan data audio dan video pada struktur interleaved. File AVI hanya berupa kontainer – data audio dan video dapat dikompres dangan menggunakan pelbagai codec, dan secara khusus codec yang digunakan adalah MPEG, DivX, atau WMV.

Four Character Code (FourCC ß URL) pada file AVI mengindikasikan format data yang disimpan di file. Kode FourCC untuk DivX adalah DIVX, kode untuk video MPEG-4 adalah MP4V.

Microsoft mempunyai dua metode untuk menyimpan data video dalam file AVI.

  • Tipe 1: Data audio dan video disertakan sebagai interleaved stream tunggal di file AVI. Tipe ini tidak cocok dengan Video For Windows dan hanya bisa dimainkan dengan DirectShow.
  • Tipe 2: file AVI berisi stream audio dan video secara terpisah dan dapat diputar di Video For Windows. Audionya disimpan dengan data video dalam video stream (seperti pada video digital aslinya) dan dalam audio stream (untuk alasan kompatibilitas). Karenanya, files pada Tipe 2 lebih besar dibanding files Tipe 1, dengan tambahan data audio duplikat 192 kbps sampai 3,7 mbps dari stream data. Tipe 2 juga membutuhkan waktu yang lebih dibanding Tipe 1.

    Ukuran maksimum file AVI tergantung pada versi AVI:

  • AVI 1.0 atau file AVI standar mungkin berukuran 4 GB jika Anda menggunakan software berbasis DirectShow. Video for Windows hanya mendukung 2 GB (file AVI pertama terbatas sampai 1GB).
  • Ukuran file AVI 2.0 yang didukung semua software video berbasis DirectShow, terbatas pada ukuran maksimum yang diperbolehkan sistem file tersebut (12 TB). AVI 2.0 (disebut juga OpenDML AVI) dapat menyimpan sekumpulan file AVI 1.0 dalam satu file.

4. DivX

DivX adalah codec, bukan format file. Edisi DivX pertama (3.11 dan sebelumnya) merupakan versi hack dari codec video MPEG4 bikinan Microsoft , Jeroma Rota, pengembang DivX, mendirikan DivXNetworks dan membuat DivX 4 untuk menghindari masalah hak cipta dengan Microsoft.

Pada saat pembuatan DivX versi 5.2.1 adalah codec MPEG-4 layer 2. Ia dikenal dengan tingkat kompresinya yang sangat tinggi, sehingga sangat mungkin menggunakan codec tersebut untuk menggandakan film-film DVD. Satu film DVD umumnya berukuran 5 sampai 6 GB. DivX mampu mengompresnya menjadi sekitar 700 MB dengan penurunan kualitas yang sangat minim. Dengan demikian, film tersebut bisa tertampung hanya dalam sekeping CD. Sejumlah peranti ripping DVD menggunakan codec DivX. Untuk memutar file DivX dibutuhkan plug-in DivX untuk player software. DivX bersifat gratisan bisa didapatkan di sini ß URL.

5. MJPEG

MJPEG (Motion JPEG) adalah codec video yang mengompres masing-masing frame sebagai JPEG image yang terpisah. Kualitasnya tergantung pada pergerakan di footage. Sebaliknya pada video MPEG, kualitas menurun bila ada banyak gerakan di footage. Kekurangan dari MJPEG adalah ukuran file yang besar.

6. MPEG

MPEG adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG) yang terbentuk daru sekitar 350 perusahaan dan organisasi. Standar-standar tersebut adalah:

  • MPEG-1 adalah standar pertama untuk kompresi audio dan video. Ini termasuk format audio MP3
  • MPEG-2 adalah seri standar transport, audio dan video untuk kualitas siaran televisi.
  • MPEG-3 dikembangkan untuk High Definition Television (HDTV), tetapi kemudian ditinggalkan karena MPEG-2 dianggap memadai.
  • MPEG-4 merupakan pengembangan dari MPEG-1, mendukung Digital Rights Management dan bit-rate encoding rendah, serta menggunakan codec video yang disebut H.264 yang dipandang lebih efisien.
  • MPEG-7 adalah sistem formal untuk mendeskripsikan kandungan multimedia.
  • MPEG-21 merupakan standar masa depan untuk multimedia.

Codec MPEG menggunakan lossy compression pada data audio dan video. Bagian motion video pada standar MPEG-1 didapat dari standar Joint Picture Experts Group (JPEG) untuk lossy compression gambar diam (foto).

MPEG-1 digunakan pada format VideoCD. Kualitas output dan bit-rate lebih kecil daripada VCR. MPEG-2 sama dengan MPEG-1, tetapi juga menyediakan dukungan untuk interlaced video (seperti pada siaran TV).

MPEG-2 juga mendukung Transport Streams, yang dibuat untuk mentransfer video dan audio digital pada media dan digunakan untuk broadcasting. Standarnya telah ditingkatkan menjadi standar terbaru untuk transmisi HDTV.

MPEG-4 berbasis MPEG-1 dan MPEG-2, tapi ada tambahan fitur-fitur seperti dukungan VRML untuk rendering 3D, files komposit berorientasi obyek (termasuk audio, video dan virtual reality modelling), dukungan untuk Digital Rights Management dan berbagai macam interaktivitas. Kontainer untuk kandungan MPEG-4 adalah MP4.

7. OGM

OGM (Ogg Media File) adalah format audio, video dan subtitle. Sebagaimana AVI, format ini mendukung multiple audio tracks, bahkan dengan format yang berbeda (seperti MP3 dan WAV). OGM juga memungkinkan pengintegrasian audio Ogg Vorbis. Codec video yang sering digunakan dalam files OGM adalah XviD.

Untuk membuka file OGM di Windows, Anda memerlukan paket software yang disebut Ogg Vorbis Direct Filter. Anda dapat mengunduhnya dari tobias.everwicked.com. Untuk Linux dan sistem Unix lainnya, Anda dapat menggunakan Mplayer software.

8. Quicktime

Quicktime adalah teknologi multimedia sekaligus format file yang dikembangkan oleh Apple Computer dan diperkenalkan pertama kali pada akhir 1991. File Quicktime adalah kontainer multimedia yang terbentuk atas satu atau lebih track – seperti audio, video, teks atau efek digital. Masing-masing track mengandung media track, baik itu media stream yang telah encoded atau pointer-pointer pada file eksternal. Codec yang digunakan untuk compress dan decompress data di Quicktime diantaranya MP3, JPEG, DivX, Cinepak, Sorensen bahkan MPEG-2 dan MPEG-4 (yang ditambahkan di Quicktime 6).

Karena itu, dibanding AVI, Quicktime lebih cocok digunakan untuk aplikasi internet.

Quicktime juga mendukung streaming. Untuk ini dibutuhkan software Quicktime Streaming Server. Ini merupakan bagian dari Mac OS Server, dan versi open source dari software server tersebut tersedia di Linux, Solaris dan Windows NT/2000.

Quicktime juga memungkinkan untuk interactive control dan mendukung Flash, JavaScript, AppleScript dan masih banyak lagi. Apple menyediakan player gratisan untuk file Quicktime untuk platform Windows dan Mac OS.

Dukungan untuk Quicktime pada platform Linux sangat terbatas, pemutar Quicktime 4 Linux yang gratisan hanya mendukung codec sistem open source dan file yang tidak dikompres. Ada versi lain yaitu OpenQuicktime tidak memiliki codec, tetapi mempunyai sistem plug-in untuk mengisi codec audio dan video. OpenQuicktime juga dapat beroperasi dengan codec non-open-source, termasuk audio MP3.

9. RealVideo dan Real Media

RealVideo adalah codec video yang dikembangkan oleh RealNetworks yang diluncurkan pertama kali tahun 1997. Berbeda dengan codec video lainnya, RealVideo telah dioptimasi untuk streaming video melalui jaringan IP. Ia menggunakan PNA Protocol atau Real Time Streaming Protocol.

Real Video biasanya berpasangan dengan RealAudio dan dikemas dalam RealMedia. RealNetworks menyediakan player software yang disebut RealPlayer untuk file video dan audio. Peranti open source Mplayer juga dapat digunakan untuk memainkan file dan stream RealMedia.

10.WMV

WMV (Windows Media Video) adalah bagian dari sistem Windows Media bikinan Microsoft. Ini adalah sebuah codec i untuk meng-encode film Anda dan mentransform slide show yang berisi bitmap ke dalam video terkompres.

WMV sebenarnya adalah versi proprietary dari MPEG-4. Video stream sering dikombinasikan dengan audio stream dalam format WMA, dengan video WMV yang dikemas ke dalam kontainer AVI atau ASF. Seperti halnya internet streaming (file ASF), WMV juga memungkinkan penyertaan sistem Digital Rights Management dalam file, sehingga mampu melakukan proteksi tehadap penggandaan.

Versi terbaru adalah WMV ?? yang dapat dimainkan di Windows Media Player 11 pada komputer bersistem Windows dan PDA Pocket PC. Ada juga media player pada Apple Mac OS dan Linux yang mendukung WMV.

 

sumber: komputeraktif!

18 Maret 2008 - Ditulis oleh ajiaja | Multimedia | | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar